Selasa, 17 Desember 2019

Amazing of Papua Island



Hai poeple! Bagi kalian yang suka banget travelling, kalian bisa banget nih mengunjungi salah satu wilayah Indonesia bagian timur yaitu Papua. Papua memiliki banyak kebudayaan dan keunikan loh yang masih sangat terjaga ke khasan yang menjadi ciri khas mereka. Sebelum kalian mengunjungi Pulau Papua alangkah baiknya kalian mengetahui lebih dalam dulu nih mengenai pulau tersebut, yuk disimak...

v  GEOGRAFIS PAPUA

  Pulau Papua merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland. Bagian Timur pulau merupakan negara Papua New Guinea dan sebelah barat pulau adalah bagian dari negara Indonesia. Tanah Papua di Indonesia terbagi menjadi dua provinsi yakni Provinsi Papua dan Papua Barat.

  Pulau Papua merupakan salah satu daerah yang belum banyak dirambah manusia dan kaya akan sumber daya alam yang menjanjikan. Secara umum kedua provinsi yang berada paling timur Indonesia ini memiliki topografi  yang bervariasi; dataran rendah berawa, dataran tinggi masih dipadati dengan hutan hujan tropis, padang rumput, dan lembah dengan alang-alangnya. Di bagian tengah Papua tegak berdiri dan berjejer rangkaian pegunungan tinggi sepanjang 650 km. Salah satunya puncaknya, Puncak Brawijaya, masih berselimut salju abadi. Papua sendiri memiliki luas area sekitar 421.981 kilometer persegi dengan populasi penduduk sekitar 3,486 juta (2014). Akhir-akhir ini Papua mulai disorot publik dikarenakan potensi sumber daya alamnya yang sangat berlimpah.

  Secaara geografis Provinsi Papua terletak antara 130˚ - 141˚ Bujur Timur dan 2˚25’ Lintang Utara -9˚ Lintang Selatan. Batas-batas wilayah provinsi Papua, sebelah Utara berbatasan dengan Samudera pasifik, sebelah Selatan berbatasan dengan 1aut Arafuru, sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Papua Barat dan sebelah Timur berbatasan dengan Papua New Guinea. Penduduk Papua sebagian besar sudah memiliki agama dan kepercayaan sesuai asas Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun, sebgian kecil menganut paham animisme. Agama yang di anut di Provinsi Papua diantaranya seperti Kristen Protestan, Kristen Katholik, Islam, Hindu Bali dan Budha.

 Keadaan iklim di Papua tergolong iklim tropis dengan keadaan curah hujan sangat bervariasi terpengaruh oleh lingkungan alam sekitarnya. Curah hujan bervariasi secaralokal, mulai dari 1.500 mm hingga 7.500 mm setahun. Curah hujan di bagian utara dan tengah rata-rata 2.000 mm per tahun (hujan sepanjang tahun). Curah hujan di bagian selatan kurang dari 2.000 mm per tahun dengan bulan kering rata-rata untuk Jayapura 160.

  Kondisi tanah di Provinsi Papua yang dimanfaatkan ialah sekitar 100.000 Ha dari total 421.981 Km2. Tanahnya berasal dari batuan sedimen yang kaya akan mineral, kapur dan kwarsa. Permukaan tanahnya didominasi lereng dan tebing. 10 jenis utama tanah di Provinsi Papua ialah tanah organosol, alluvia, litosol, hidromorf kelabu, resina, medeteren merah kuning, latosol, podsolik merah kuning, podsolik merah kelabu, podsol.

Flora 

Flora di Provinsi Papua rata-rata bersifat australis, artinya memiliki kemiripan dengan flora di Benua Australia. Sudah dari dahulu Papua memiliki keberagaman tumbuhan yang sangat banyak jumlahnya. Bahkan beberapa di antaranya hanya dapat hidup dan tumbuh di tanah Papua. Iklim dan cuaca yang sesuai di Papua menjadi tempat yang pas untuk berkembang biak bagi beberapa spesies tanaman tertentu, bahkan saat ini keberadaannya masuk ke dalam daftar langka. Berikut adalah daftar tanaman langka tersebut:
  a. Buah Merah (Pandanus conoideus)
Buah merah berasal dari keluarga pandan. Buah merah terbungkus oleh daun mirip seperti jagung sehingga perlu mengupasnya terlebih dahulu untuk memperoleh buahnya. Buah merah juga berada di negara Papua Nugini dan dikenal dengan nama Marita, sedangkan orang Papua sendiri menyebutnya dengan nama kuansu. Setidaknya ada sekitar 30 jenis buah merah, tetapi hanya ada 4 jenis yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu jenis panjang merah, merah pendek, cokelot dan kummiming. Buah merah yang dimanfaatkan untuk obat herbal yakni berjenis merah panjang dengan panjang mencapai 100 cm dan diameter 18 cm serta berat 7,5 kg. Buah merah dikonsumsi oleh masyarakat Papua bersamaan ketika melakukan upacara batu. Buah merah banyak mengandung manfaat seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker, mencegah diabetes dan lain sebagainya, sebab di dalam buah merah mengandung antioksidan yang tinggi dan juga betakaroten.

  b. Rabon Bi
Rabon bi atau keben memiliki bentuk mirip dengan buah jambu air, akan tetapi mempunyai serat di bagian kulitnya serta pada bagian tepi. Saat dibelah, bagian dalam rabon bi akan tampak seperti tempurung dan berwarna putih. Di dalamnya juga terdapat biji yang cukup keras serta berlendir.
Meskipun begitu buah rabon bi tidak dapat dikonsumsi. Masyarakat Papua hanya memanfaatkan buah rabon bi sebagai penyembuh penyakit mata seperti rabun jauh, rabun dekat hingga katarak. Untuk mengobati mata yang sakit cukup mudah, yaitu dengan meneteskan sari atau pati buah rabon bi pada mata yang sakit.

  c. Matoa (Pometia pinnata)
Tanaman khas yang terdapat di Papua yaitu matoa. Keunikan tanaman matoa terletak pada buahnya baik pada bagian luar maupun di bagian dalam buah. Untuk bagian kulit, buah matoa masak memiliki warna hijau keungu – unguan dengan tekstur kulit mirip seperti buah kelengkeng namun lebih lunak dan sedikit lengket. Daging buah matoa berwarna putih dan memiliki rasa yang cukup unik yaitu percampuran antara kelengkeng dengan durian.
Pemanenan buah matoa terjadi sebanyak satu tahun sekali, tepatnya pada bulan Januari hingga Februari. Ada dua jenis varian dari matoa yaitu matoa kelapa dan matoa papeda. Buah matoa kelapa mempunyai tekstur daging kering namun kenyal dan kulit buah berwarna kehijauan. Saat ini keberadaan matoa bukan menjadi tanaman yang sulit untuk ditemukan. Banyak orang mulai membudidayakan matoa sehingga persebarannya sudah sampai ke seluruh Indonesia.

  d. Bintangur
Bentuk buah dari bintangur yaitu bulat sedikit lonjong dengan warna kulit hijau dengan jenis buah bergerombol. Buah dari bintangur ini tidak dapat dikonsumsi. Manfaat buah bintangur diperoleh setelah melalui pengolahan yaitu dengan diekstrak menjadi minyak. Masyarakat Papua memanfaatkan minyak bintangur sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor.
Minyak bintangur hanya digunakan ketika pasokan bahan bakar minyak langka atau terlambat untuk datang. Tahapan untuk menjadi minyak dimulai dari mengeringkan terlebih dahulu buah bintangur. Pengeringan bertujuan untuk mengeluarkan minyak dari dalam buah. Setelah itu minyak harus disaring untuk memisahkannya dengan benda – benda atau endapan yang terdapat pada minyak. Selanjutnya, minyak yang dihasilkan bisa digunakan untuk bahan bakar.

  e. Pisang (Musa Ingens)
Pisang jenis Musa Ingens ini memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan jenis pisang pada umumnya yaitu mempunyai ukuran besar. Besarnya pisang Musa Ingens bisa mencapai 60 kg dengan panjang 18 cm dan diameter 4 cm atau setara dengan lengan orang dewasa. Pohon pisang Musa Ingens banyak ditemukan di hutan Pegunungan Arfak dengan tinggi pohon mencapai 25 meter.
Pelepah daun pisangnya sendiri bisa mencapai panjang 5 meter dengan lebar daun 1 mater. Meskipun begitu, pisang Musa Ingens tidak dapat dikonsumsi sebab rasa yang dihasilkan hambar. Pohon pisang Musa Ingens sangat sulit ditanam sehingga jarang masyarakat Papua yang membudidayakannya.

  f. Anggrek Hitam Papua
Anggrek hitam dari Papua memang berbeda dari anggrek pada umumnya. Secara fisik anggrek hitam ini benar – benar berwarna hitam baik di bagian dalam maupun di bagian luarnya. Namun untuk bagian tengah anggrek hitam memiliki warna ungu atau merah terang. Keunikan lain dari anggrek hitam yaitu sulitnya untuk ditemukan serta dibudidayakan.

Untuk menemukan induk dari anggrek hitam sendiri harus memasuki pedalaman hutan Papua itupun jika beruntung sebab keberadaannya di alam liar juga terbatas. Sistem budidaya tidak membantu memperbanyak jumlah anggrek hitam. Untuk memperoleh bibitnya, anggrek hitam harus berada pada kondisi yang sama seperti tempat aslinya. Bahkan modifikasi lingkungan hanya dapat menghasilkan keberhasilan sekitar 20 – 30% saja, oleh karena itu harga dari anggrek hitam ini bisa mencapai ratusan juta.

Fauna
  
 Burung Cendrawasih Merah


Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea Rubra) adalah salah satu jenis burung cendrawasih endemik dari Papua. Burung ini memiliki bulu berwarna kuning dan coklat, paruhnya berwarna kuning, memiliki bulu hias berwarna merah darah dan bulu warna putih pada bagian ujung sisi perut, memiliki muka dengan bulu berwarna hijau zambrud, serta memiliki 2 buah ekor yang panjangnya melebihi ekor lain berbentuk pilin ganda dengan warna hitam. Ukuran jantan pada burung cendrawasih ini sekitar 75 cm.

 Burung Cendrawasih Mati-Kawat


Burung Cendrawasih Mati-Kawat (Seleucidis Melanoleuca) adalah salah satu jenis burung cendrawasih dengan ukuran sedang dan memiliki panjang sekitar 33 cm. Bulu pada jantan dewasa memiliki warna hitam mengkilat, bulu pada bagian perut memiliki warna kuning dengan 12 kawat dengan warna hitam, memiliki paruh hitam lancip serta memiliki iris mata berwarna merah. Sedangkan Betinanya memiliki bulu berwarna cokelat tanpa bulu warna kuning serta kawat seperti jantan, ukurannya pun lebih kecil dibanding jantan. Cendrawasih ini dapat di temukan di hutan dataran rendah papua.

 Kura-Kura Reimani


Kura-Kura Reimani (Chelodina Reimanni) adalah jenis kura-kura yang berbeda dengan kura-kura pada umunya, yaitu memiliki kepala seperti ular. Bukan Cuma itu,  lantaran memiliki leher yang panjang menyerupai ular, leher kura-kura ini tidak dapat ditarik dan juga tidak dapat disembunyikan di dalam tempurung, yang dimana hal seperti ini dapat dilakukan oleh kura-kura  pada umumnya.  Kura-Kura Reimani sendiri adalah kura-kura air tawar. Jenis kura-kura ini memiliki jenis makanan yang beragam, seperti ikan, serangga dan juga suka makan sayur-sayuran. Kura-kura ini ditemukan di Merauke, namun keberadaannya saat ini sudah sangat sulit ditemui.

 Nuri Sayap Hitam


Nuri Sayap Hitam (Eos Cynogenia) adalah salah satu jenis burung nuri yang memiliki ukuran sedang dengan panjang skitar 30 cm. Nuri ini adalah hewan endemik dari Papua, di Papua burung ini dapat di temukan di pesisisr pulau Biak dan pulau-pulau di sekitar teluk cendrawasih.

vKEBUDAYAAN PAPUA

   Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kekayaan yang tak terbatas. Dari kekayaan alam hingga keragaman budaya yang dimiliki, mengundang banyak wisatawan untuk datang ke Indonesia. Dari berbagai wilayah pedalaman yang indah, hingga budaya dan reruntuhan sejarah yang menarik membuat Indonesia berhasil meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia setiap tahunnya.

   Dalam sektor pariwisata, Indonesia memiliki keuntungan daya saing yaitu harga yang kompetitif, kekayaan sumber daya alam (biodeversitas) dan lokasi warisan budaya yang menarik. Kebudayaan Indonesia dibangun dari keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia Indonesia melalui proses belajar yang berkelanjutan. Kebudayaan Indonesia tumbuh dan berkembang mewarnai kebudayaan dunia. Begitupun kebudayaan di tanah Papua.

   Karakteristik bentuk rumah, cara memasak, tata cara pesta adat, juga pemandangan hidup serta hubungan manusia dan alam di Papua telah menarik perhatian dunia. Dalam kebudayaan Papua dapat mengeksplorasi gagasan, aktivitas, dan artefak, yang sampai saat ini masih terlihat. Di Papua juga dapat menyaksikan ritual, seni pertunjukan, tata cara pengobatan, pemeliharaan kesehatan, permainan tradisional, bahkan diajak membaca prasasti atau mendengarkan cerita rakyat tentang kehidupan orang Papua. Selain itu juga dapat mencoba memainkan alat musik dan bernyanyi, menggunakan senjata berburu, pakaian, dan beragam aksesoris.

   Di Papua terdapat berbagai kelompok suku dengan perbedaan bahasa dan adat istiadat. Ada sekitar 250 suku di Papua dimana setiap sukunya mengenal sistem strata dalam masyarakat. Strata diklasifikasikan berdasarkan keturunan, kekayaan dsb. Hal ini sudah diwariskan turun menurun dimana strata dapat mempengaruhi kepemimpinan dalam masyarakat. Sebagian suku pedalaman tetap mempertahankan kebudayaannya dengan utuh tanpa mau dipengaruhi oleh kebudayaan luar yang modern. Hal ini menyebabkan sulitnya modernisasi masyarakat asli papua. Berikut beberapa suku di tanah Papua :

  1. Suku Biak
Suku biak hidup dari berladang berpindah tempat dan menangkap ikan. Selain itu mereka melalukan perdagangan dengan sistem barter. Suku biak terkenal dengan kepandaiannya menempa besi. Alat musik yang sampai saat ini masih bertahan adalah Tifa, Sandip, Triton, Songger, Sekasas, dan Parui.

Dalam tradisi turun-temurun Suku Biak, setiap gerak kehidupannya dituangkan dalam lagu dan pesta yang merupakan pusat kehidupan Suku Biak. “Wor isya kenm isya, kenm isya anan isya, anan isya vave snonsnom/maseren isya, vave sno manseren isya munara isya, munara isya vave oser er mnu isya kako”. Penggalan syair lagu tersebut mengandung arti; ada lagu ada kehidupan, ada kehidupan ada makanan, ada makanan ada nilai, ada nilai ada pesta, ada pesta akbar ada seberkas kasih dan persatuan kampung. Secara simbolik syair lagu ini mencerikan tentang kehidupan Suku Biak yang saling berkaitan antar manusia, alam, dan tuhan yang dapat dinyatakan sebagai sebuah lingkaran kehidupan. Jika diputus maka keseimbangan kehidupan akan rusak, maka Suku Biak akan punah.

  2. Suku Amungme
Suku Amungme menjalani hidup dengan bercocok tanam, berburu, dan meramu. Mereka memiliki batas-batas wilayah yang tegas, sehingga tidak boleh sembarangan berburu di hutan yang bukan menjadi bagian wilayahnya.  setiap Amungme wajib mematuhi aturan adat yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk, sistem kepercayaan Amungme mengatur seluruh tatanan kehidupan dan keberlangsungan lingkungan. Sistem kepercayaan ini mengatur sebagian tempat atau wilayah hunian, wilayah perkebunan / ladang, wilayah pemburuan dan wilayah sakral. Keyakinan tradisional masyarakat Amungme yaitu animisme. Orang-orang Amungme tidak memiliki gagasan tentang "dewa" yang terpisah dari alam di mana roh-roh dan alam adalah satu dan sama.

   3. Suku Sebyar
Suku sebyar berasal dari Gunung Nabi, yaitu gunung yang disakralkan. Mereka menggunakan rakit bambu (Kosepa) untuk mencari tempat baru. Nenek moyang suku sebyar dari Klan Kosepa bertemu dengan Klan Nawarisa, yang mengajak mereka membuka lahan baru yaitu Desa Tomu yang artinya tempat bertemu. Ada sekitar tujuan klan yang tinggal di Desa Tomu, yakni : Kosepa, Kaitam, Efum, Gegetu, Nawarisa, Inai, dan Kinder. Masing- masing klan memiliki dan mengetahui hak ulayat.
Jika salah satu warga yang bukan pemilik ternyata mengambil sagu di tanah ulayat klain lain, ia wajib memberitahu klan pemiliknya. Jika tidak, ia akan dihukum secara adat. Di Tomu setiap klan bekerja sama saat mengambil sagu, upacara adat, mengurus orang meninggal, serta membuat kelompok nelayan dan koperasi. Begitupun saat ada salah satu anggota keluarga yang akan menikah. Kerjasama ini akan semakin terlihat.

vRUMAH TRADISIONAL PAPUA 

  Bentuk rumah orang Papua khas dan beraneka ragam. Ada yang berbentuk bundar, rumah panggung, dan juga bertengger di pohon. Bentuk rumah disesuaikan dengan iklim lokal, flora, fauna, dan pola kehidupan setiap suku. Rumah tersebut, tak hanya dilihat dari wujudnya, tapi juga dilihat dari hubungan antara penghuni dan rumah. Rumah adalah kesatuan yang utuh dalam kehidupan sosial orang Papua. Selalu dinamis dan tak dilihat sebatas tempat tinggal, bahkan menjadi gambaran jiwa pemilik atau kelompok suku yang mendiaminya. Berikut dilampirkan beberapa rumah tradisi di Papua :

 Rumah Honai


Rumah suku Dani memiliki arsitektur yang berfungsi untuk menangkis hawa dingin dan tiupan angin kencang di Lembah Baliem. Para leluhur suku Dani membangun rumah bundar agar anggota keluarga bisa berkumpul dengan  rapat dan akrab. Pada rumah Honai terdiri dari dua bagian, yaitu lantai pertama untuk tempat bersantai dan lantai kedua untuk menyimpan barang berharga serta untuk beristirahat. Orang Dani tidur beralaskan jerami. Secara berkala kasur alami ini diganti apabila sudah kotor atau rusak.

Rumah adat ini sudah sangat terkenal di dunia memiliki beberapa tipe, antara lain : rumah untuk keperluan musyawarah atau pesta adat disebut Pilano. Rumah untuk tempat tinggal laki-laki disebur Honai. Rumah untuk tempat tinggal perempuan disebut Ebei. Rumah untuk kegiatan masak-memasak disebut Hunil, dan kandang babi disebut Wamdabu.

 Rumah Kariwari
Arsitektur Rumah Kariwari

Suku Tobati mendiami pesisir Teluk Yotefa yang berada di Teluk Humboldt,Papua. Rumah ini dibangun secara sejajar  saling berhadapan dan ada jembatan papan yang menyatukan setiap rumah. Di kolong rumah biasanya dibuat keramba ikan. Rumah tinggal suku Tobati berada di atas air.
Ruangan di rumah suku Tobati dibagi berdasarkan gender, sebelah laut diperuntukan tempat kaum laki-laki dan sebelah darat untuk kaum perempuan. Rumah ini berbentuk segi empat atau segi delapan.  Rumah adat ini tidak memiliki pembatas ruangan. Rumah adat ini berfungsi untuk tempat penyelenggarakan pesta adat, untuk ruangan inisiasi atau proses pendewasaan anak laki-laki dan tempat penyimpanan benda pusaka.

 Rumah Jew


Rumah Jew adalah rumah untuk melaksanakan upacara adat suku Asmat. Suku Asmat selalu mendirikan Jew menghadap sungai. Rumah ini memiliki ornamen, ukiran, dan patung yang menarik perhatian. Rumah Jew memiliki banyak pintu yang jumlahnya sama dengan patung bis patung leluhur masing-masing rumpun suku dan tungku api. Suku Asmat percaya patung-patung ini menjaga rumah mereka dari pengaruh jahat.

vSISTEM KEPERCAYAAN 

  Orang Papua percaya alam memiliki penunggu yang mempunyai sifat baik dan jahat. Mereka percaya pada kekuatan roh leluhur (animisme). Di setiap suku, penunggu, dan roh leluhur tersebut memiliki nnamanya masing-masing. Para Suku Maybrat misalnya. Terdapat Yefun yang berarti “manusia sejati”. Yefun diannggep sosok yang agung,tinggi luhur dan tak tersentuh. Ia adalah pemelihara semesta alam.

  Kepercayaan yang kuat terhadap kehadiran roh yang membuat setiap suku mempercayain adanya tempat keramat atau daerah larangan yang tidak bisa dikunjungi. Mereka percaya memasuki atau menganggu tempat tersebut akan menganggu keseimbangan dan ketentraman kehidupan.

vPOTENSI ALAM

  Papua memiliki sumber daya alam yang sangat berpotensi sebagai tempat wisata yang merupakan wilayah perairan laut Papua yang memiliki keanekaragaman hayati dunia.  Daratan dan alam bawah lautnya Papua menjadi surga tersendiri bagi para penggemar wisata alam. Alam yang dimilikinya masih asli, budaya yang khas dan unik, minat khusus bahari yang tidak kalah menarik dengan daerah lain di Indonesia bahkan mancanegara sekalipun, berikut merupakan potensi wisata alam yang dapat di kunjungi oleh para wisatawan :

1. Hutan Papua
Hutan papua adalah bagian dari hutan Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam hayati. Hutan Papua juga menjadi negara ketiga hutan hujan tropis terbesar di dunia setelah Amazon di Brazil dan Congo Bazin di Republic Democratic of Congo.

Hutan Papua merupakan paru-parunya duni. Jutaan hektar hutan yang masih alami dan lestari telah memasok kebutuhan oksigen bagi kehidupan dunia. Hutan papua ini juga menjadi hutan terakhir di Asia Tenggara dengan luas mencapai 40,5 juta hektar. Diperkirakan ada 602 jenis burung dan 50 persen dari jenis itu endemik Papua. Ada 223 jenis mamalia, 223 jenis reptil, dan 103 jenis tumbuhan yang hidup.  Hutan hujan tropis di Papua adalah tempat yang sempurna untuk minum air segar yang tersimpan di alam akar tumbuhan.  

2. Jayawijaya
Kecantikan Jayawijaya memang membius dan mengundang para petualang, penjelajah, fotografer hingga para peneliti. Tebinng-tebing yang menjulang dan salju yang menyelimuti bebatuan yang mempercantik paras Jayawijaya.  Bagi suku-suku yang tinggal di kaki gunung Jayawijaya, puncak salju ini adalah tempat bersemayam para dewa. Dalam kepercayaan mereka, keberadaan salju ini adalah penyelamat sekaligus pembawa berkah. Dukungan dan aksi nyata dari umat manusia untuk turut terlibat menjaga dan melestarikan alam akan membantu kehidupan suku-suku yang tinggal disana.

3. Gua di Teluk Mayalibit
Kawasan Raja Ampat memang terkenal dengan surga bawah lautnya. Namun dibalik karang yang terjal dan curam serta kerimbunan pohon-pohonnya, tersembunyi gua yang menyimpan wajah lain dari keindahan Raja Ampat. Sejak masa prasejarah manusia juga menggunakan gua ini untuk berlindung, mengumpulkan bahan makanan hingga mengekspresikan seni dengan cara melukis pada dinding-dinding gua. 
Bagi masyarakat lokal, gua yang meninggalkan jejak peradaban prasejarah sangat sakral. Mereka percaya bahwa lukisan tersebut merupak mujud dari orang-orang yang terkena kutukan makhluk halus. Masyarakat setempat masih menggelar berbagai macam ritual seperti tarian hingga saat ini.

vPESONA SEJARAH JAYAWIJAYA

  Sebagai ibu kota dari Papua, Jayapura dikenal memiliki banyak keanekaragaman baik budaya, destinasi wisata hingga nilai sejarah. Kota Jayapura sendiri diambil dari bahasa sanskarta yang tediri dari kata ‘Jaya’ dan ‘Pura’ yang berarti kemenangan serta kota. Jayapura sempat berganti nama menjadi Hollandia pada tahun 1910 hingga 1962. Hal ini dilakukan karena Belanda menjadikan Papua sebagai Ibu Kota Papua Nugini yang dikuasainya. Selepas wilayah tersebut dikembalikan kepada PBB dan kembali ke tangan pemerintah Indonesia, Jayapura sempat memakai nama Kota Baru. Nama Jayapura sendiri resmi digunakan pada tahun 1986.
Patung Douglas MacArthur
  Sebagai kota yang sempat dikuasai oleh Belanda, Jayapura juga memiliki nilai sejarah karena berperan penting dalam perang dunia II. Jayapura pernah dikuasai oleh Jepang pada tahun 1942, pasukan sekutu kemudian memukul mundur Jepang. Jayapura juga sempat dimanfaatkan oleh Douglas MacArthur sebagai markas pasukan untuk merebut Filipina pada 1945 dan menetralisir basis pertahanan Jepang di Rabaul, Papua Nugini pada 1944.
Pada periode ini lebih dari 20 markas militer dibangun dan 500.000 pasukan Amerika pun dipindahkan ke Jayapura. Atas keberhasilan tersebut, Jenderal MacArthur pun dibuatkan sebuah monumen di sekitar daaerah Sentani. Monumen tersebut berisi bertujuan untuk mengenang peran Jayapura semasa perang pasifik.
Danau Sentani
Jayapura masih menjadi kota transit sebelum dan sesudah menuju Lembah Baliem yang hingga kini masih populer di kalangan wisatawan mancanegara. Selain itu, Jayapura juga memiliki sejumlah tempat wisata lain semacam Danau Sentani yang memiliki luas lebih dari 110 kilometer persegi dan memiliki 21 buah pulau kecil.
Nama Sentani dalam bahasa Indonesia berarti ‘di sini kami tinggal dengan damai’. Nama Sentani pertama kali dilontarkan oleh seorang pendeta yang melaksanakan misi misionarisnya di danau tersebut tahun 1898. Yang menarik di Danau Sentani adalah terdapat 29 spesies ikan tawar. Tiga di antaranya merupakan spesies asli yang tidak terdapat di tempat lain di dunia. Untuk menggairahkan pariwisata di Danau Sentani, Pemerintah Kabupaten Jayapura membuat Festival Sentani yang digelar setiap dua tahun dengan menghadirkan atraksi, lomba budaya Papua hingga pameran kuliner, kerajinan, dan hasil bumi. Nelayan di danau Sentani sendiri turut menyewakan perahu pribadi mereka untuk para wisatawan agar bisa mengelilingi pulau-pulau di sekitar Danau Sentani. Di sekitar Danau Sentani terdapat 24 desa yang tersebar di 22 pulau. Danau Sentani sendiri merupakan bekas tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi milik Angkatan Darat Amerikat Serikat. Selain Sentani, pemandangan Jayapura dari atas bukit dapat pula dinikmati di Polimak yang dilengkapi plang raksasa bertuliskan ‘Jayapura City’. Merupakan salah satu titik tertinggi Jayapura.
  Papua adalah pulau yang memiliki kebudayaan yang sangat menarik, jika berkunjung ke Papua para wisatawan dapat membeli souvernir unik sebagai oleh-oleh.  Di Jayapura  sendiri terdapat koteka yang dimana dapat ditemui di pasar Hamadi. Selain koteka tersedia juga berbagai benda seni seperti panahan suku Asmat, piring kayu untuk menyajikan Papeda, hingga tas rajut warna- warni suku Dani. Aneka oleh-oleh makanan pun tersedia di pasar ini, mulai dari keripik ketela, hingga keripik nangka, salak, dan nanas. Berbagai kaos warna- warni bertuliskan Papua dijajakan untuk menjadi alternatif oleh-oleh.
vWISATA KULINER 
 Keindahan wisata Papua  memang eksotis. Di samping menyajikan keindahan wisata alamnya, Papua juga menawarkan tempat wisata kuliner khas Papua yang siap menggoyang lidah anda dengan kenikmatan makanan lokal.
a. Ikan bakar Manokwari
Papua memiliki salah satu daerah yang bernama Manokwari, yang dimana mempunyai tempat wisata kuliner yang kekhasannya terletak pada bumbu yang digunakan. Makanan khas Manokwari adalah Ikan Bakar Manokwari yang mempunyai cita rasa bumbu yang berbeda karena menggunakan sambal khas yang hanya bisa di temui di Papua. Ciri khas dari makanan Ikan Bakar Manokwari ini terletak pada bumbu yang disiram pada ikan bakar tersebut yaitu berupa sambal yang digiling kasar disajikan mentah dikenal dengan pedasnya yang unik.
b. Sate Ulat Sagu

Papua memang terkenal memiliki segudang keunikan yang selalu membuat wisatawan kagum akan keunikan tersebut. Dari keanekaragaman budaya, adat istiadat, kepercayaan, dan tentu kulinernya yang sangat unik. Salah satu wisataa kulinernya adalah Sate Ulat Sagu atau “Koo” sebutan masyarakat setempat. Untuk ulat sagu ini dapat dijumpai dipasar dan dijual bersama sayuran lainnya. Mungkin bagi sebagian orang ulat sagu ini menjijikan, namun dikalangan Papua ini menjadi hal yang sudah biasa di konsumsi berbentuk sate dan makanan ini dianggap lezat kaya akan protein sehingga menyehatkan tubuh.
c. Aunu Sanebre


Aunu Sanebre adalah makanan khas Papua yang sangat menarik perhatian, karena makanan ini terpilih menjadi salah satu nominator Anugerah Pesona Indonesia (API) II pada tahun 2017 dalam kategori makanan tradisional terpopuler. Makanan ini memiliki tampilan yang begitu tradisional sehingga yang menyantap makanan ini akan merasakan sensasi istimewa karena makanan ini hanya terdapat di Papua.
Makanan ini adalah olahan dari ikan teri nasi yang digoreng, lalu dicampur dengan daun talas dan kelapa dan diproses dengan cara dikukus. Aunu Sanebre ini memiliki rasa yang gurih, lezat, dan memiliki tekstur yang kering.

vAKOMODASI DI PAPUA

  Akomodasi atau industri perhotelan memiliki peran penting dalam pengembangan sebuah destinasi wisata, tidak hanya dalam meningkatkan kenyamanan para wisatawan, tetapi juga dalam pengembangan pariwisata suatu daerah. Dengan semakin meningkatnya industri perhotelan di suatu daerah, tentunya akan berdampak pada meningkatnya pendapatan, lapangan pekerjaan dan usaha, serta penerimaan devisa. Berikut adalah beberapa akomodasi hotel di Papua:

 Grand Mozza Hotel

Grand Mozza Hotel terletak di Timika dan memiliki restoran, kolam renang luar ruangan, pusat kebugaran, serta bar. Setiap akomodasi di hotel bintang 4 ini menampilkan pemandangan taman. Akomodasi ini menyediakan layanan kamar, lounge, dan layanan penukaran mata uang (Money Changer).

Semua unit ber-AC serta dilengkapi dengan TV satelit layar datar, teko, shower, pengering rambut, dan meja kerja. Setiap kamar di hotel ini memiliki lemari pakaian dan kamar mandi pribadi. Grand Mozza Hotel menyediakan sarapan prasmanan setiap hari. Terdapat tempat parkir pribadi gratis, pusat bisnis, dan layanan resepsionis 24 jam. Bandara terdekat adalah Bandara Timika, 7 km dari akomodasi ini. Terdapat layanan antar-jemput bandara gratis.

 Favehotel Jayapura

Favehotel Jayapura terletak di Jayapura, 3,9 km dari Stadion Mandala, dan memiliki akomodasi dengan restoran, tempat parkir pribadi gratis, pusat kebugaran, serta fasilitas barbeque. Hotel bintang 3 ini menawarkan layanan pramutamu dan layanan tiket. Akomodasi ini menawarkan layanan resepsionis 24 jam, antar-jemput bandara, layanan kamar, dan Wi-Fi gratis di seluruh areanya. 

Hotel ini menyediakan pilihan sarapan kontinental dan prasmanan setiap pagi. Favehotel Jayapura menawarkan teras. Akomodasi ini juga menawarkan layanan penyewaan mobil dan pusat bisnis. Bandara terdekat adalah Bandara Internasional Sentani, 36 km dari favehotel Jayapura.

 Aston Jayapura Hotel and Convention Center

Aston Jayapura Hotel dan Convention Centre terletak di Provinsi Papua di Indonesia, berjarak 15 menit berjalan kaki menuju Kantor Gubernur. Hotel ini menawarkan TV kabel layar datar dan area parkir gratis. Setiap kamar ber-AC-nya dilengkapi dengan sandal, brankas pribadi, dan fasilitas membuat teh / kopi. Sebuah lemari es dan minibar juga disediakan.

Hotel ini memiliki pusat bisnis dan layanan binatu. Hotel ini juga memiliki restaurant yaitu Kalimana Café & Lounge dan The Bistro Restaurant. Aston Jayapura Hotel dan Convention Centre dapat ditempuh dalam 1 jam berkendara dari Bandara Sentani.

vAMENITIES YANG TERSEDIA DI PAPUA

  Kemenhub akan membangun dan mengembangkan 10 bandara yaitu masing-masing 6 bandara di Papua yaitu Bandara Ewer, Bandara Kepi, Bandara Ilaga, Bandara Oksibil, Bandara Nabire Baru, dan Bandara Mopah. Selain bandara, Kemenhub akan mengembangkan sektor perhubungan laut dengan membangun sejumlah pelabuhan yaitu Pelabuhan Depapre, Pelabuhan Nabire, Pelabuhan Pomako, Pelabuhan Moor, dan Pelabuhan Serui untuk Provinsi Papua.

  Di sektor perhubungan darat, Kemenhub akan membangun Terminal Bus Entrop di kota Jayapura, Papua, dermaga bus air di Danau Sentani, Fasilitas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw, Kabupaten Jayapura yaitu penyediaan bus dan bus air.  Pembangunan yang dilakukan juga dalam rangka mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung di Papua pada 2020 mendatang.

  Di Provinsi Papua juga tersedia fasilitas untuk tempat peribadatan bagi umat pemeluk agama, jumlah rumah ibadah menurut data di tahun 2016 Masjid berjumlah 1.171 bangunan, Gereja Protestan berjumlah 5.215 bangunan diikuti Gereja Katolik 1.503, serta pura 11 bangunan, vihara 21, dan untuk klenteng belum tersedia.

  Bagi parawisatawan yang ingin berkunjung ke Papua, menurut data pusat statistik dari tahun 2013-2016 yang tersebar dibeberapa kabupaten untuk jumlah restoran yang tersedia mungkin jumlahnya akan lebih banyak seiring perkembangan pariwisata di Papua.

vPOTENSI YANG DAPAT DIKEMBANGKAN

1. Kampung Wisata
Kampung wisata adalah salah satu ungkapan kehidupan manusia yang menyuguhkan tujuan wisata perdesaan. Dalam perwujudannya, kampung wisata hendaknya dapat memenuhi tuntutan - tuntutan yang ada baik yang menyangkut fasilitas wisata, sirkulasi, dan pengolahan ruang luar yang memiliki banyak keanekaragaman. Daerah tujuan wisata adalah kawasan atau daerah tertentu yang memiliki potensi seperti atraksi dan objek-objek wisata yang ditunjang oleh hubungan lalu lintas, fasilitas kepariwisataan dan usaha-usaha pariwisata serta masyarakat menjadi kebutuhan wisatawan. Kampung wisata adalah suatu kawasan perdesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian perdesaan baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik serta mempunyai potensi untuk dikembangkannya berbagai komponen kepariwisataan, misalnya : atraksi, akomodasi, makanan-minuman, dan kebutuhan wisata lainnya.

Perkembangan kampung/desa wisata di Indonesia saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama dikarenakan banyaknya wisatawan yang ingin melakukan perjalanan wisata alam. Usaha pemberdayaan masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan kepariwisataan adalah dengan diimplementasikannya konsep pariwisata berbasis masyarakat. Salah satu bentuk dari pariwisata berbasis masyarakat adalah pariwisata perdesaan, yang didorong oleh pemerintah dalam rangka untuk diversifikasi pendapatan pada masyarakat dan mempertahankan kelestarian lingkungan. Dengan pariwisata perdesaan atau perkampungan dapat diperoleh keuntungan ekonomi, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh penduduk kampung karena masyarakat menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh wisatawan. Kampung wisata merupakan pengembangan suatu kampung dengan memanfaatkan unsur–unsur yang ada dalam masyarakat kampung yang berfungsi sebagai atribut produk wisata, menjadi suatu rangkaian aktivitas pariwisata yang terpadu dan memiliki tema. Di dalam kampung tersebut harus mampu menyediakan dan memenuhi serangkaian kebutuhan suatu perjalanan wisata, baik dari aspek daya tarik maupun berbagai fasilitas pendukungnya.

  Kampung yang dapat dikembangkan sebagai kampung wisata adalah suatu kawasan perdesaan yang mencerminkan keaslian perkampungan baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat dan potensi alam serta budaya. Potensi yang ada di suatu kampung memberikan suatu keuntungan bagi masyarakat lokal dan dikembangkan menjadi destinasi wisata. Kampung Tablanusu Kondisi kampung-kampung di Papua cukup beragam secara fisiografi, suku dan interaksi sosial masyarakatnya. Kebijakan dalam rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Papua, mengisyaratkan bahwa dalam lima tahun ke depan pembangunan akan dimulai dari kampung. Hal ini merupakan terobosan penting dalam pembangunan masyarakat terutama di Kampung Wisata Tablanusu.
Kampung Tablanusu
Potensi wisata yang terletak di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, yang menjadi objek utama kampung wisata ini adalah Pantai Tablanusu. Kampung ini memiliki luas sekitar 230,5 hektar yang didiami sepuluh suku, yaitu Suku Sumile, Danya, Suwae, Apaserai, Serantow, Wambena, Somisu, Selli, Yufuwai, dan Yakarimilena. Sejak Tahun 2008, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah menetapkan sebagai kampung wisata. 
Kampung Tablanusu dijadikan salah satu desa wisata karena memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor lainnya. Potensi yang dimiliki antara lain: keunikan alam, adat istiadat, flora dan fauna, bahasa serta budaya. Wisatawan dapat menikmati wisata hutan, wisata pantai, wisata telaga air tawar, wisata sejarah, dan wisata budaya. Keunikan Kampung Wisata Tablanusu ini adalah seluruh wilayahnya diselimuti batu koral hitam.

2. Danau Sentani
Danau Sentani merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik di Kabupaten Jayapura Papua. Karakter danau merupakan jenis lanskap lahan basah (wetland), dengan kondisi Danau Sentani saat ini masih tergolong baik dari aspek. Zonasi Pengembangan Wisata Danau Sentani Seminar Nasional Cendekiawan ke 4 Tahun 2018 ISSN (P) : 2460 - 8696 Buku 1: ”Teknik, Kedokteran Hewan, Kesehatan, Lingkungan dan Lanskap“ ISSN (E) : 2540 - 7589 369 fisik. Tahun 2003-2013 pernah mengalami luapan air danau dan menyebabkan banjir pada daerah sekitarnya, hal tersebut terjadi sebagai akibat adanya perubahan iklim global dan juga akibat pembukaan hutan pada lereng – lereng gunung Cyclops oleh masyarakat pendatang (suku wamena), (Fakultas Mipa Jurusan Biologi, Universitas Cendrawasih, 2013). 

Tiga hal penting yang dapt dilakukan dalam mengembangkan potensi Dnau Sentani adalah sebagai berikut:
- Objek wisata Danau Sentani dengan objek-objek wisata lain yang ada di sekitar/luar kawasan danau baik yang terjauh maupun terdekat nantinya menjadi suatu kesatuan ruang wisata/rekreasi alam yang layak dikunjungi oleh wisatawan
- Danau Sentani akan memberikan kekuatan/support kepada area di sekitarnya, sehingga Kawasan Danau Sentani menjadi primadona bagi Kabupaten Jayapura dan sekitarnya.
- Keunikan alam Danau Sentani berupa keindahan alam dan hasil perpaduan interkasi antara manusia dan alam merupakan salah satu ciri dari karakter lanskap lahan basah, dan dapat menjadi daerah tujuan wisata minat khusus.

3. Danau Pania
Danau Paniai merupakan salah satu potensi wisata alam yang perlu mendapat perhatian khusus. Pengambil kebijakan di Kabupaten Paniai perlu memperhatikan pentingnya keberlanjutan potensi wisata Danau Paniai agar kemanfaatannya dapat dirasakan dari generasi ke generasi. Beberapa permasalahannya yaitu:

1) Keterbatasan dana akibat minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Paniai dan kurangnya tenaga profesional
2) Lokasi strategis Kawasan Danau Paniai belum dikembangkan secara profesional agar memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah
3) Potensi sumber daya alam Kawasan Danau Paniai belum ditindaklanjuti oleh rencana strategis untuk mengembangkan kekuatan ekonomi di Kabupaten Paniai. Lokasi penelitian secara administratif dibatasi berada pada Wilayah Kabupaten Paniai. Kawasan pengembangan wisata yang dipakai sebagai acuan utama dari analisis perubahan studi penelitian ini adalah kondisi eksisting kawasan potensi wisata Danau Paniai yang belum dikelola dan dimanfaatkan sebagai kawasan obyek wisata.
Dengan permasalahan tersebut, perlu perhatian khusus dari pemerintah agar Danau Pania ini dapat dkembangkan dan menjadi salah satu potensi di Indonesia untuk menarik wisatawan berkunjung. 

4. Budaya Lokal Suku Asmat
Kabupaten Asmat merupakan suatu daerah yang sangat luas, penduduknya masih banyak yang tinggal di bagian-bagian tertentu dan merupakan masyarakat terasing. Pembangunan masyarakat Asmat sebagian besar diatur oleh pemerintah, dan masyarakat Asmat sebagai penduduk masyarakat kecil masih belum dapat menentukan arah pembangunannya sendiri. Walaupun demikian, masyarakat Asmat memiliki cita-cita dan aspirasi yang harus mendapatkan perhatian dari kebijakan pemerintah. Upaya pembangunan masyarakat Asmat mengakibatkan perubahan kebudayaan yang berlangsung cepat, dan telah memunculkan berbagai ekses negatif. Dalam masyarakat Asmat juga muncul suatu golongan yang sudah merasakan kehidupan luar dan sedikit pendidikan. Tetapi mereka belum mampu untuk mandiri dan bersifat produktif, selain itu kesejahteraan yang diharapkan belum kunjung tiba sehingga membutuhkan pelayanan sosial dalam aksesibilitasnya yang lebih baik. Masyarakat Asmat memiliki keunikan tersendiri dengan adat istiadat yang dimilikinya. Mereka memiliki mata pencaharian sebagai peramu sagu, berburu binatang, dan mencari ikan di sungai, danau maupun pinggiran pantai. Mereka juga menanam buah-buahan dan tumbuhan serta akar-akaran.

Pada saat ini yang menjadi keunikan masyarakat Asmat, bahwa mereka belum mengolah hasil pertanian dan alam lingkungannya, dan mereka juga masih tergantung pada lingkungan alam. Dasar organisasi masyarakat Asmat adalah keluarga-keluarga monogami atau kadang-kadang poligami, walaupun demikian terdapat pada kesatuan dalam keluarga besar. Karakteristik masyarakat Asmat khas lainnya adalah mereka bersifat nomaden yaitu  berpindah-pindah tempat tinggal. Hal ini terjadi sehubungan dengan mata pencaharian mereka sebagai peramu, berkebun dengan cara mendapatkan lahan yang bisa dijadikan tempat menghasilkan dari pekerjaannya untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Papua memiliki berbagai potensi alam yang harus terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan festival budaya. Dengan diadakannya festival budaya dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia khusunya Papua. Terutama untuk melihat kebudayaan suku Asmat yang masih sangat terjaga akan tradisionalnya. 

v GEOGRAFIS PAPUA BARAT

   Provinsi papua barat terletak di antara 0o – 4oLS dan antara 124o – 132oBT. Luas wilayah provinsi papua barat adalah 115.363,50 km2. Provinsi papua barat memiliki batas-batas wilayah yang meliputi samudra paasifik (utara), Laut banda dan provinsi dan provinsi Maluku (barat) dan provinsi papua (timur). Provinsi Papua memiliki luas wilayah 317.062 km2 atau 17,04% dari luas Indonesia. Provinsi ini adalah provinsi dengan wilayah terluas di Indonesia. Terletak antara 2o 25’-9o lintang selatan dan 130o – 141o bujur timur. Pada bagian selatan berbatasan dengan laut Arafuru. Sebelah timur berbatasan dengan Papua Nugini.



   Provinsi Papua barat pada umumnya memilki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada bulan juni sampai dengan bulan September arus angina berasal dari Australia dan tidak banyak menganung uap air sehingga menyebabkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan bulan maret, arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudra Pasifik sehingga menjadi musim penghujan.

  Papua Barat adalah provinsi dengan ibukota Manokwari, sangat dikenal dengan obyek wisata alam dan obyek wisata pantai, diantaranya adalah Teluk Triton, Perairan Raja Ampat, Pulau Mansinam dan situs purbakala Tapurarang. Suhu udara maksimum berkisar antara 29,7oC – 31,8oC dan suhu minimum berkisar antara 22,9oC – 26oC. Kelembban udara antara 83,67% - 86,8.
 
vPOTENSI ALAM 

Wisata Alam
   Indonesia memang sangat kaya akan budaya dan alamnya, sehingga banyak wisatawan lokal maupun dari mancanegara yang berdatangan ke tempat-tempat wisata di Indonesia. Itu mejadi potensi bagi Indonesia untuk terus meningkatkan amenitas dan infrastuktur yang ada di wilayah tersebut untuk lebih lagi menarik wisatawan dan menyediakan kenyamanan berkunjung di wilayah terebut.
Tak terkecuali di provinsi papua sendiri, di papua barat sendiri memiliki pesona alam yang sangat menarik yang berhasil memikat mata dunia. Berbagai macam objek wisata alam di Papua barat memberikan daya Tarik tersendiri bagi wisatawan local maupun interlokal, sehingga tidak heran jika belakangan ini banyak pengunjung yang berdatangan ke papua barat sebagai salah satu destinasi wisata terbaik, sehingga tidak heran jika belakangan ini banyak pengunjung yang berdatangan ke Papua Barat sebagai salah satu destinasi wisata terbaik. berikut adalah salah satu destinasi wisata terbaik yang ada di Papua Barat.

Pesona Perairan Raja Ampat

   Nama dari Raja Ampat sendiri merupakan nama yang diberikan oleh masyarakt setempat, tentunya nama tersebut berkaitan dengan mitos yang ada disana. Nama tersebut diberikan untuk empat pulau besar yang merupakan penghasil lukisan batu kuno, meliputi pulau Waigeo, Salawati, Bantata, dan Misool.

   Kekayaan lautnya di Raja Ampat yang sangat luas semakin lebih menarik dengan pemandangan lautnya yang memiliki berbagai jenis karang, ribuan spesies ikan, serta berbagai biota laut lainnya yang hidup di dalam gugusan pulau tersebut. Biasanya wisatawan yang berkunjung mengunjungi Raja Ampat mereka akan melakukan diving maupun snorkeling untuk menikmati keindahan dasar laut atau sekedar menikmati keindahan alam di pesisir pantai pasir putih yang menjadi wisata unggulan di provinsi Papua Barat.

   Tak heran jika pesona alam bawah laut yang terdapat di Raja Ampat disebut sebagai salah satu pemandangan terbaik di tingkat internasional, sehingga wajar jika banyak wisatawan yang berdatangan untuk mengunjungi Raja Ampat dari berbagai belahan dunia.

Taman Wisata Alam Gunung Meja

   Selain Raja Ampat yang menjadi tempat unggulan di Papua Barat, ada juga wisata alam Gunung Meja yang terletak di tengah-tengah kota Manokwari. Disebut sebagai Gunung Meja karena puncak dari gunung ini terlihat datar yang menyerupai sebuah meja. Pemandangan datar yang dimaksud disini adalah dari sekumpulan pohon yang memiliki ketinggian yang sama rata, sehingga jika di lihat dari jarak yang cukup jauh akan Nampak seperti meja yang datar.

   Selain menjadi tempat rekreasi, taman wisata Gunung Meja ini pun berfungsi sebagai hutan lindung. Bermacam-macam flora hutan tropis dengan bentuk yang unik menjaadai daya Tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang. Selain itu juga, jika kita berada di ketinggian Gunung Meja ini , wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan kota Manokwari dari atas gunung tersebut.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

   Tak kalah menarik dari Perairan Raja Ampat dan wisata alam Gunung Meja, Teluk Cendrawasih yang terletak di kabupaten Teluk Wondama. Pemandangan disana menyediakan wisata alam bahari, goa kuno yang terdapat di pulau Minoswaar, serta menghadirkan atraksi ikan paus dan lumba-lumba di Pulau Yoop dan perairan Windesi.

   Selain itu juga di pulau Rumberpon juga ada pesona aneka jenis-jenis burung serta rusa yang hidup di pulau tersebut. Bahkan wisatawan yang berkunjung disana juga bisa melakukan aktivitas diving untuk bisa melihat secara langsung pesawat militer yang tenggelam dibawah dasar laut.

vKEBUDAYAAN PAPUA BARAT

   Papua dulunya dikenal dengan sebutan Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973, namanya kemmudian di anti menjadi Irian Jaya oleh Presiden Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi sampai tahun 2002. Lalu nama provinsi ini di ganti menjadi Papua sesuai UU No 21/2001 otonomi khusus Papua. Kata papua sendiri berasal dari Bahasa melayu yang artinya rambut keriting, gambaran ini mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli di Papua.

   Pada tahun 2004 Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh Pemerintah Indonesia, bagian timur tetap menjadi nama Papua, sedangkan bagian baratnya menjadi Irian Jaya Barat yang sekaarang menjadi Provinsi Papua Barat.

Berikut beberapa kebudayaan yang ada di Papua Barat :

Sistem Bahasa

   Di Papua sendiri terdapat ratuasan Bahasa daerah yang berkembang pada kelompok etnik yang terdapat disana. Karena banyaknya Bahasa yang berkembang disana, akibatnya adalah kesulitan berkomunikasi antar satu satu kelompok etnik dengan kelompok etnik yang lainnya. Maka dari itu Bahasa Indonesia menjadi Bahasa resmi yang di gunakan oleh masyarakat Papua bahkan hingga ke pedalaman.

Sistem Kemasyarakatan dan organisasi Sosial

   Pada umumnya masyarakat di Papua hidup dalam system kekerabatan yang menganut garis ayah atau garis patrilineal. Kelompok asli di Papua terdiri dari 225 suku dengan Bahasa masing-masing dari setiap suku-suku di Papua. Dalam perilaku social terdapat suatu gagasan masyarakat yang unik. Seperti suku Komoro yang membuat genderang dengan menggunakan darah.
Suku Dani di kabupaten Jayawijaya yang suk melalukan perang-perangan yang disebut di daerah tersebut “Win”. Budaya tersebut merupakan kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun dan dijadikan ciri khas dari daerah masing-masing.

Sistem Ekonomi dan Mata Pencarian

Penuduk Papua bisa dibedakan menjadi beberapa kelompok besar, yaitu :
  • Penduduk daerah pantai dengan ciri-ciri umum yaitu rumah diatas tiang atau bisa disebut rumah panggung, mata pencariannya adalah menokok sagu dan menangkap ikan di laut.
  • Penduduk di daerah pedalaman, umumnya di pedalaman mereka hidup di dekat daerah sungai, rawa, danau, lembah, dan kaki gunung. Umumnya mata pencarian mereka adalah menangkap ikan, berburu, dan mengumpulkan hasil hutan.
  • Penduduk yang hidup di dataran tinggi, mereka bermata pencarian dengan berkebun dan berternak secara sederhana.
  • Dan suku yang tidak termasuk dalam penggolongan diatas sekitar teluk Humboldt bermta pncarian dari perikanan, sedangkan pertaniannya merupakan pertanian campuran ubi dan sagu.
Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Alat Transportasi


   Dalam suku Asmat mereka mengenal perahu lesung sebagai alat transportasi yang digunakan. Dulu perahu itu di gunakan untuk persiapan suatu penyerangan berperang. Selain iu juga, perahu lesung digunakan untuk keperluan pengangkutan dan pencarian bahan makanan. Setiap 5 tahun skali, orang-orang asmat akan membuat perahu baru, dan mereka hanya menggunakan satu jenis kayu untuk dijadikan kapal, yaitu kayu kuning.

Rumah Adat di Papua Barat

Rumah Adat Wamai

   Karena di Papua Barat banyak yang memiliki hewan ternak, maka di buatah bangunan ini yang di pergunakan sebagai kandang ayam atau di gunakan untuk kandang babi. Ukuran rumah tersebut menyesuaikan dengan banyaknya jumlah hewan yang di ternak. berbeda dengan rumah adat lainnya, rumah adat Wamai ini cenderung lebih kerucut, sedangkan tingginya hampir sama dengan rumah Ebai



Rumah Adat Ebai

   Rumah adat ini memiliki makna dengan kata ebe yaitu tumbuh, dan ai artinya rumah. Hal ini karena perempuan merupakan tempat tinggal bagi kehidupan. Kata Ebai yang biasa digunakan untuk melakukan suatu proses pendidikan untuk anak-anak perempuan untuk menjalani hidup sebagai seorang ibu saat dewasa nanti.
Rumah adat Ebai juga sebagai tempat tinggal para ibu-ibu dan anak-anak perempuan dan anak-anak laki-laki. Tetapi jika anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa akan dipindahkan ke rumah Honai.

Pakaian Adat

   Pakaian adat pria mengenakan pakaian yang berupa hiasan kepala, rompi, celana beumbai dan hiasan kalung yang terbuat dari gigi, tulang hewan, serta kerang. Kemudian pakaian adat wanita, yaitu memakai tutup kepala yang dihiasi bulu cendrawasih, pakaian berumbai dan rok berumbai dan memakai kalung dari kerang, gigi binatang dan hiasan kaki.



Kesenian di Papua Barat

Tarian daerah

Beberapa tarian yang ada di Papua Barat adalah :
  • Tari Suanggi
  • Tari Perang
  • Tari Tifa
  • Tari Api
  • Tari Selamat Datang
  • Tari Musyoh
  • Tari Wor
  • Tari Cendrawasih
  • Tari Mayai Marowa.

Alat Musik Tradisional Papua Barat


   Salah satu alat music yang paling terkenal di Papua Brat adalah alat musik Tifa. Alat ini bentuknya seperti gendang dan cara meminkannya adalah dengan cara di pukul. Bahannya terbuat dari sebatang kayu yang isinya di kosongkan dan salah satu sisi ujungnya di tutup menggunakan kulit rusa yang sudah dikeringkan terlebuh dahulu.

Lagu Daerah

   Lagu daerah yang paling terkenal dari Papua adalah lagu Apuse dan Yamko Rambe Yamko. Kemudian adalagi lagu Atawenani, lagu ini adalah salah satu kesenian khas Papua Barat yang beradaptasi dengan perkembangan jaman modern.
Atawenani adalah sebuah hasil karya dinamis tradisional Papua Barat yang tak lekang dimakan waktu, tetapi lagu ini malah bertumbuh dengan evolusi penyempurnaan. Kemudian lagu Atawenani ini menjadi sebuah kearifan lokal tradisional Papua yang harus tetap dijaga kelestariannya.

Makanan khas

Papua memiliki beberpa makanan khas yang unik, salah satu diantaranya adalah : 

Kue Lontar


   Kue Lontar adalah makanan khas Papua Barat yang biasanya di jadikan oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Papua Barat. kue ini memang benetuknya mirip dengan pie susu, akan tetapi ukurannya jelas berbeda, kue lontar memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang pie susu.

  Kue ini terbuat dari tepung, susu, dan gula. kue ini memiliki tekstur yang lembut di bagian dalam dan di bagian luarnya memliliki kulit yang renyah.

Papeda


   Makanan yang Khas Papua Barat ini sangat umum dan bisa di temui dimana mana, terutama di sekitar Sekolah Dasar, karena makanan ini menjadi jajanan SD yang sangat populer dan melegenda. Bahan dasar dari makanan ini adalah dari tepung sagu yang kemudian dijadikan bubur, dengan teksturnya yang lengket dan berwarna putih.


Sagu Lempeng


   Makann ini juga merupakan makanan khas yang berbahan dasar sagu, proses pembuatan sagu lempeng ini tak jauh beda dengan proses pembuatan roti basah.

   Makanan khas ini sulit untuk di temukan, karena tidak banyak yang menjual makanan ini di pasar maupun tempat tempat lainnya. Karena sagu lempeng ini biasanya hanya di konsumsi pribadi, sehingga cukup sulit untuk menemukan makanan yang satu ini.

vNOSTALGIA SEJARAH PULAU DOOM


   Pulau Doom, atau yang biasa disebut Pulau Dum oleh masyarakat asli setempat (suku Malamooi) memiliki arti pulau yang ditumbuhi banyak pohon buah. Hal ini dikarena banyak sekali tanaman buah-buahan yang tumbuh di pulau ini, terutama buah sukun yang paling mendominasi. Pulau ini tidak terlalu besar karena memiliki luas hanya sekitar 5 kilometer persegi dan dapat dikelilingi habis dalam waktu 45 menit. Walaupun demikian, Pulau ini termasuk padat dan banyak ditinggali oleh para pendatang yang umumnya suku Jawa, Buton, Bugis, atau Toraja.

   Keistimewaan Pulau Doom adalah nilai sejarah yang dimilikinya. Belanda sudah melirik keberadaan pulau ini sejak tahun 1800-an dan kemudian sekitar tahun 1935 Pulau Doom dijadikan sebagai ibukota pusat pemerintahan Sorong yang disebut Onderafdeling. Pada masa itu, Sorong sama sekali belum berbentuk kota, pusat kegiatan sepenuhnya berada di Pulau Doom. Hal ini membuat Doom lebih dulu mendapat aliran listrik, infrastruktur dan berbagai fasilitas dibandingkan Sorong daratan. Jadi, tidak heran bila pada saat itu Pulau Doom lah yang paling bersinar diantara tempat-tempat lain di perairan Sorong. Oleh karena terang cahaya itu, masyarakat setempat juga menyebut Pulau Doom dengan sebutan pulau bintang.

   Tidak hanya Belanda, Jepang pun pernah merasakan tinggal di pulau ini. Pada masa perang dunia ke dua, Jepang menjadikan Pulau Doom sebagai basis pertahanan mereka di wilayah perairan Hollandia. Tentara Jepang banyak membuat gua-gua yang saling terhubung dengan banyak bunker-bunker pertahanan ala strategi perang Jepang kala itu. Oleh karenanya, tidak aneh bila saat ini menemukan banyak sekali gua-gua peninggalan Jepang tersebar luas di wilayah daratan Pulau Doom.

   Keberadaaan Belanda dan Jepang ini tentu saja memunculkan sebuah kondisi khusus bagi Pulau Doom di masa sekarang ini. Pulau ini memiliki aura sejarah yang sangat terasa dengan bagunan-bangunan yang memiliki arsitektur yang sangat berbeda dengan wilayah Papua pada umunya berbentuk rumah panggung dan dibuat dari kayu, namun di Pulau Doom akan menyaksikan rumah-rumah khas Belanda dengan konstruksinya yang terkenal kuat dan tersusun rapih. Berbagai peninggalan fasilitas Belanda seperti Gardu Listrik, Gereja dan Gedung Serba Guna pun masih terlihat berdiri kokoh.

   Hal unik lainnya adalah keberadaan alat transportasi berupa becak yang banyak berlalu-lalang di pulau ini. Hebatnya, becak hanya ada di pulau ini saja dan tidak menyebar hingga ke kota Sorong. Menurut salah seorang tukang becak, keberadaan becak ini dibawa oleh beberapa transmigran yang dahulu memutuskan untuk tinggal di Pulau Doom. Kondisi ini akhirnya berkembang dan menjadikan becak sebagai salah satu alat transportasi utama di pulau indah ini. Selain becak, juga terdapat motor dan sepeda sebagai alat transportasi. Sedangkan untuk menghubungkan Doom dengan Sorong masyarakat umumnya mengandalkan kapal motor atau kapal nelayan.

   Hingga saat ini keberadaan Pulau Doom masih dikenal luas. Bahkan, bagi sebagian veteran tentara Belanda yang pernah bertugas di Pulau ini, Doom akan selalu menarik untuk dikunjungi. Banyak sekali wisatawan asing khususnya warga Belanda dan Jepang yang secara tersendiri datang ke Pulau Doom hanya untuk mengenang masa lalu dan berkeliling mengingat nostalgia keberadaan mereka di tempat ini.

Wisata Kuliner di Papua Barat

   Tak kalah menarik dari wisata alamnya yang indah, Papua Barat juga memiliki kuliner khas yang tak kalah enak dari berbagai provinsi di Indonesia. Jika anda berkunjung ke papua, jangan lewatkan beberapa kuliner khas yang ada di setiap masing-masing kotanya.
Berikut menjelaskan beberapa tempat wiasta kuliner khas yang popular di Papua, di antaranya adalah

Martabak Sagu

   Kuliner khas Papua Barat memang rata-rata berbahan dasar dari sagu, tak terkecuali martabak yang satu ini. Martabak yang berasal dari Papua ini memiliki resep yang berbeda dengan martabak pada umumnya. Martabak ini memiliki rasa yang manis dan gurih, karena resep utama dari martbak ini adalah sagu dan gula merah, proses pembuatannya cukup mudah, sagu di haluskan kemudian digoreng beberapa saat, kemudian di taburkan gula merah.

Ikan Bakar Sambal Colo-colo

    Ikan Bakar ini banyak di kenal di Timika, sehingga ikan ini umum di temukan dalam masyarakat di Papua. Bahan dasar ikan ini adalah ikan dabu-dabu yang di bakar kemudian di balur dengan sambal colo-colo yang terbuat dari cabe, jeruk nipis, dan rempah rempah.


Udang Selingkuh

   Namanya memang cukup unik, tapi rasanya pun tak kalah nikmat. Wisata kuliner ini banyak ditemui di Wamena dan cukup popular disana. Udang ini berasal dan di tangkap dari sungai Baliem, jika anda mengunjungi kota Wamena, menu ini adalah salah satu menu yang wajib di jajal

Akomodasi Yang Terdapat di Papua Barat

   Di Papua Barat akomodasi yang ada cukup memadai, seperti halnya hotel dan restoran. Berikut merupakan beberapa tempat penginapan unggulan yang tersedia di Papua Barat menurut dari ulasan para tamu yang berkunjung ke Papua Barat.

Turtle Homestay

   Berlokasi di Kri Island ini memiliki fasilitas yang cukup memadai diantaranya yaitu, hewan peliharaan diizinkan masuk, layanan antar jemput, pelayanan makanan dan minuman, dan kamar mandi.

Waiwo Dive Resort Raja Ampat

   Penginapan ini terletak di pulau Waigeo, menyediakan tempat peristirahatan yang menyenangkan dengan kamar yang nyaman, serta beragam fasilitas yang tersedia dalam hotel ini seperti pusat menyelam di hotel. Dan hotel ini melayani antar jemput pulang pergidari pelabuhan Waisai menggunakan mobil untuk hingga 4 orang, dan juga tersedia parkir gratis.

   Kamar di hotel ini sudah menggunakan AC dan berdekorasi kayu, serta dilengkapi area untuk berduduk santai, ada tirai anti nyamuk, dan teras. Kamar mandi sudah menggunakan shower, dan tersedia handuk, dan mendapat perlengkapan mandi lainnya secara gratis.

Hamueco Dive Resort Raja Ampat

   Hotel ini terletak di dekat perairan Raja Ampat, Hotel ini menyediakan akomodasi tepi pantai yang mnawan. Serta mendapat sarapan, makan siang, dan makan malam.

   Pantai Saleo dapat dicapai dalam 3 menit saja dengan berjalan kaki dari hotel, sedangkan pusat kota Waisai dapat di jangkau dalam 15 menit menaiki perahu. Situs Kri dan Pulau Mansuar dapat dicapai dalam 3 menit dengan menaiki perahu. Sedangkan jika ingin ke bandara terdekat bisa dicapai dalam waktu 3 jam menggunakan kapal atau mobil.

   Fasilitas yang di sediakan di hotel ini adalah Lounge bersama dan dek berjemur. Meja layanan wisata tersedia membantu anda untuk mengatur perjalanan. Fasilitas lain seperti layanan antar-jemput perahu tersedia berdasarkan peminatan pengunjung dengan biaya tambahan. Staf hotel ini juga dapat mengatur berbagai kegiatan seperti mendaki gunung, mendayung kano, dan snorkeling dengan biaya tambahan

Raja Ampat Dive Resort

   Hotel ini berada di salah satu pulau di Raja Ampat ini menawarkan akomodasi di tepi pantai yang menakjubkan, dengan layanan Full-board di pusat selam property, resstoran dan akses Wi-Fi gratis di area umum.

   Di setiap kamar hotel ini sudah memiliki AC dan juga menyediakan kipas angina, dan juga berbagai perabotan lain seperti lemari pakaian, brankas prbadi, dan hotel ini juga mempunyai area duduk santai, tempat tidur, serta kamar mandi dalam yang sudah menggunakan shower dan perlengkapan mandi gratis.

Amenities yang Tersedia di Papua Barat

   Pembangunan fasilitas di Papua Barat kini makin meningkat, kementrian perhubungan mempercepat pebangunan infrastruktur transportasi di provinsi Papua dan di Papua Barat. Sejumlah 10 bandara dan 6 pelabuhan serta sejumlah fasilitas transportasi darat akan segera di bangun.

   Selain itu di papua sendiri sudah memiliki fasilitas kesehatan, akan tetapi fasilitas keshatan yang ada di Papua Barat masih sangat terbatas dan jauh tertinggal ketimbang daerah lainnya yang ada adi Indonesia. Selain terbatas dari sisi infrastruktur, rumah sakit di Papua Barat masih memiliki keterbatasan dalam hal peralatan kesehaannya itu sendiri.

Hal Yang Berpotensi Untuk dikembangkan di Papua Barat

1. Perkebunan kopi

   Pemerintah di provins Papua Barat memilih wilayah-wilayah yang berpotensi besar untuk pengembangkan perkebunan kopi. Dari hasil pemetaan yang di lakukan, daerah yang memiliki potensi akan dimasukan dalam program pengembangan. Selanjutnya untuk daerah yang sudah terdapat perkebunan akan dimasukan dalam program optimalisasi.
Sejak tahun 2018 ada sebanyak 20 anakan tanaman kopi yang sudah di tanam. Lahan baru perkebunan kopi di pegunungan Arfak diperkirakan mencapai 20 hektar.

2. Penigkatan Infrastruktur di Kabupaten Lain

   Di Papua Barat memiliki 13 kabupaten dan 1 kota di papua barat, kaimanan, Fakfak, dan kabupaten lainnya juga berpotensi dan mempunyai objek wisata yang indah. Yang menjadi kendala adalah ksesibilitas dan ifrastruktur yang tersedia sehingga sulit untuk di jangkau.

   Ada banyak sekali pulau di Papua Barat yang belum banyak di ketahui, setidaknya ada 1.838 pulau di kawasan Papua Barat, dan baru hanya 34 pulau yang di tempati penduduk. Maka dari itu pemerintah akan mengembangkan kawasan tersebut sebagai kawasan ekowisata, dengan penduduk sekitar yang diberdayakan SDMnya sebagai guide disana, dan hal ini dapat menambah peluang untuk memajukan Papua Barat dengan meningkatkan fasilitas dan infrastruktur yang ada.

3. Sumber Daya Lahan Pertannian di Provinsi Papua Barat

   Secara umum Papua merupakan pulau yang paling jarang penduduknya dibandingkan dengan pulau-pulu lain di indonesia. Sektor pertanian merupakan sektor kegiatan usaha yang berpotensi di provinsi Papua Barat, karena lahan pertanian disana masih terbilang sangat luas dan sangat tersedia untuk dijadikan lahan pertanian untuk menambah SDM disana. Untuk di Papua Barat sendiri pertanian lebih didominasi oleh pertanian bercocok tanam seperti padi sawah, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, serta beberapa sayur-sayuran dan buah-buahan.

   Maka dari itu, jika sektor pertanian di Papua Barat lebih di tingaktakan lagi dan di perluas lagi lahan pertaniannya maka pendapatan dan kualitas hidup disana bakal lebih meningkat, sehingga dengan potensi itu tingkat kemiskinan di Papua Barat akan berkurang. 

4. Potensi Sumber Daya Alam

   Provinsi Papua Barat menjadi provinsi dengan hutan tropis terluas di indonesia, bahkan bisa di perkirakan hutan tropis ini menjadi hutan tropis terluas di dunia. Luas hutan ini di perkirakan mencapai 9.730.550 hektare, atau 90% dari luas provinsi Papua.

   Pada kegiatan seminar yang di laksanakan di Norwegia, Gubernur Papua Barat memaparkan ketersediaan hutan dan konsep pembangunan berkelanjutan sedang dilaksanakan. pada kesempatan itu Gubernur menyatakan komitmen pemerintah daerah serta masyarakat adat untuk tetap menjaga dan memanfaatkan hutan  secara lestari.

   Dari kegiatan seminar tersebut, kini Papua Barat menjadi sorotan di mata negara-negara sahabat, hal ini merpakan awal yang baik untuk kesuksesan kegiatan konferensi serta pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Papua Barat. Kawasan hutan ini terdiri dari berbagai tipe hutan, mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan rawa, hingga hutan dataran tinggi maupun dataran rendah 

So, bagaimana people sudah cukup mengenal mengenai pulau Papua kan? Yuk kunjungi wilayah bagian timur Indonesia ini kalian pasti akan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan!
Cukup sekian informasi yang kami berikan, semoga bermanfaat!!

Kavita Ghena Prastica
Universitas Indonesia


Referensi bacaan :


Bachtiar. Harsja W. dan Koetjaraningrat 1963. Penduduk Irian Barat. Penerbitan Universitas.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayapura dalam Angka 2017.

Barirstcisnur, Frino dan Ahmad Yunus (Ed). 2011. Papua Jejak Langkah Penuh Kesan. Papua: Gramedia.

Basna, Yan Piet. 2005. Strategi Pengembangan Pariwisata Kawasan Danau Paniai sebagai Potensi Objek Wisata di Kabupaten Paniai Provinsi Papua. Yogyakarta: Universitas  Gajah Mada.

Ema,Rima. 2015. Geografi Regional Indonesia Pulau Papua. Makalah

Magista, Rinaldi Amanda. 2019. Perancangan City Branding Kabupaten Raja Ampat sebagai Destinasi Wisata”Last Paradise”. Semarang: Unika Soegijapranata.

Nurhayati, Siti dan Vilda Giovanni Ristanto. 2017.  Sistem Informasi Pariwisata Provinsi Papua berbasis Web. Papua: Universitas Yapis.

Palimbunga ,Ika Pujiningrum. 2017. Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata di Kampung Wisata Tablanusu Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Bali: Universitas Udayana.

Prasetya, L. Edhi. 2013. Budaya Lokal sebagai Potensi dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kabupaten Asmat. Jakarta: Universitas Pancasila.

Internet :
Ari. 2019. 9 Tumbuhan Langka di Papua yang Wajib Dilestarikan. https://ilmugeografi.com/biogeografi/tumbuhan-langka-di-papua  (10 Oktober 2019


Khoiriah.Iswatun. 2015. Kebudayaan Papua dan Nilai-nilai Yang Terkandung di Dalamnya https://www.academia.edu/36010587/KEBUDAYAAN_PAPUA_DAN_NILAI-NILAI_YANG_TERKANDUNG_DIDALAMNYA


Murpratomo,Irfan. 2019. Pesona Jayapura: Dari Sejarah hingga Kekayaan Alam dan Budaya. http://www.kedaipena.com/pesona-jayapura-dari-sejarah-hingga-kekayaan-alam-dan-budaya/  (8 September 2019)

Rizal. 2018. Sekilas Tentang Provinsi di Papua. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/kepulauan/provinsi-di-papua (31 Maret 2018)


https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/nostalgia-sejarah-pulau-doom

https://bisnisukm.com/wisata-alam-papua-barat-memikat-mata-dunia.html

https://mahessa83.blogspot.com/2015/08/7-wisata-sejarah-di-pulau-papua.html?m=1

https://ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-papua/5-tempat-wisata-kuliner-populer-di-papua.html

https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/travel/read/2014/09/29/141900527/Papua.Barat.Bukan.Hanya.Raja.Ampat.






Amazing of Papua Island

Hai poeple! Bagi kalian yang suka banget travelling, kalian bisa banget nih mengunjungi salah satu wilayah Indonesia bagian timur yaitu...